Apa Sih Teknologi Ramah Lingkungan?

Karin Arini December 2, 2022 • 5 minute read

blog details

Teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Teknologi ini adalah teknologi yang dalam proses pembuatannya diterapkan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan. Selain itu, dari proses pembuatan hingga penerapannya dilakukan secara efektif dan efisien. Maka dari pengertian tersebut, limbah yang dihasilkan dari teknologi ramah lingkungan adalah limbah yang menimbulkan sedikit pencemaran dan bersahabat dengan lingkungan alam sekitarnya serta makhluk yang ada di bumi.

ArrR0PoWaa6rS7gWERGEoYA2_Ci_ITuF6uf4C76xqYTtVapfKxdFnMjF8QmG6iePeX4gSCnpq3zWJP3HTdaH7ii_O-m4OUqMJxpXXCeMbhvHjalFMYgm0EombgK7EGizvmZ-QKJeNI5Ayvbu7Ch4GqCuWNxisVvdlHGlFdPurqyV1MhzhJH8fauujWAd

Adanya teknologi ramah lingkungan ini prosesnya memang membutuhkan dana yang tidak sedikit bila dibandingkan dengan teknologi konvensional. Hal tersebut menjadi sebuah tantangan untuk para pengembang agar dapat menciptakan teknologi ramah lingkungan dengan biaya yang ringan di kantong. 

Secara sederhananya, teknologi ramah lingkungan dibuat agar dapat memudahkan kehidupan manusia tanpa harus merusak lingkungan, dengan adanya teknologi seperti ini diharapkan kedepannya mampu untuk menjaga lingkungan. Selain itu, adanya teknologi ramah lingkungan dapat memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan atau lingkungan, yaitu:

1. Memanfaatkan sumber daya alam

dlzGT0w-hNIVK2jcMma_YHPrdOvh2ivfVHsT2mYfdW5RCdvYs4fZsEvlDnrrn2z4FvQ804uZP_1kQgUt-yBJB-DYwa2jXUwt49IMoZHwABxbuq9kpkAifaOM3tqxlSFEB0hrE2OQjK-3JNtTZvkDPeQPURhyZwCj8UO_3y9mc9_1-OgJJwd_2EHCXxMb

Dengan kita menggunakan teknologi ramah lingkungan, maka sama saja kita memanfaatkan sumber daya alam dengan baik pula, yuk manfaatkan dengan baik!

2. Mengurangi resiko pencemaran lingkungan 

pyRTweAX5MDewzdTHo5--gbF_9wMduwP6iuK4CIPPcaUZoT3_ZWi39RfdSFcTmDwS5sNpkj9epylvY_gCH2-PnsnkSKjfP8IwGpBFKzHczyOq-0IvkCEVOq22Tg__3KAl0k3cel1qi4DmbLGryncXhgFG6jJl32LPg5Kqj-O_o8o3LoE9bCJmKVUijRo

Semakin berkembangnya teknologi saat ini, terkadang tanpa disadari manusia dapat merusak alam. Bahan yang digunakan seringkali dapat merusak lingkungan. Nah, dengan adanya teknologi ramah lingkungan, dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan tersebut. 

3. Tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan

sUdjI0jT6fezs62RkQtOcMUCWp_-82JLLZtfpy1YepytrOst_QGEGqEXEOZseQi9mBba8OCh-wXWSJkeXz7IXqDN41KzZ80kHHHEz5zgBwRWFbfsqQprP_i5hHDFijcT_dW1fgJV_m3dbGk9xIKozqGWO7l6S51vuApX4C0ph-kmdQ_4ky-vREr-vIS-

Adanya teknologi ramah lingkungan, dapat membawa dampak yang positif untuk lingkungan. Mengapa? Karena limbah dan sumber daya dapat termanfaatkan dengan baik. Contohnya Biogas yang berasal dari limbah. 

3. Menghemat biaya 

O-C_NLNCu-KmGu940y_kpfvv1nQMX8AlmYc6e5_0zqSI20OuTHwY4HeWPYFUkoDsANi9pX3cB4Ph6FAaYNzMcXP_XQ5vbPbZdshW-FdvbxtRDSivc0ytHQ8et1zj91jbxAKJiT2tIS5PcNbadQicEqclAxpMahc7499rgZmWfV60BbG28tLp6cp-9YbtEQ

Karena teknologi ramah lingkungan memanfaatkan sumber daya alam, oleh karenanya penggunaannya akan lebih menghemat biaya. Meskipun memang pada faktanya dalam proses pembuatan teknologi ramah lingkungan membutuhkan biaya yang banyak, namun setelahnya akan menghemat biaya. 

Selain itu, terdapat prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan, yaitu: 

a. Reduce: mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan.

b. Refine: menggunakan bahan yang ramah lingkungan melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.

c. Reuse: memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai yang diproses dengan cara berbeda.

d. Recovery: pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.

e. Recycle: hampir sama dengan reuse, namun recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah yang diproses dengan cara yang sama.

f. Retrieve energy: penghematan energi dari suatu proses produksi.

Maraknya penggunaan teknologi ramah lingkungan saat ini telah mendunia, penerapannya perlahan-lahan telah digunakan para ilmuwan untuk menciptakan teknologi yang terbaru sekaligus juga yang ramah lingkungan. Berikut adalah contoh penerapan konsep teknologi ramah lingkungan di belahan dunia: 

The Science Barge, New York

M-QxyUHZ3tMwX_VAC8mN3kCaiYcb-lyOuFseK-JP1PIufa7zciSEkTjpSFMaEqNMtK04vZiS-MBLAAlJxBWqrNCfQuQiR8RkUH7NEsXxppHgoZvm-tunbeyfqRgKdk8r_IUjJVhu9uogTJcwXE2MSjg9yAqG1IWVzX6TzT8emZhxf35KlIR-4yDH-n29

The Science Barge, New York. Foto: https://en.wikipedia.org/wiki/Science_Barge

Bangunan ini merupakan sebuah tempat edukasi lingkungan sekaligus rumah kaca yang terapung di atas Hudson River, New York. Rumah kaca ini tentunya dilengkapi dengan tenaga surya dan bahan bakar bio. Karena sulit untuk mendapatkan tanah yang sehat, maka tanaman yang ada di dalamnya menggunakan sistem hidroponik, sehingga tanaman dapat tumbuh subur dan sehat dengan mendapatkan nutrisi dari air. 

The Reichstag, Berlin

OOu3EeQLDQBAcXMOpdkpm7dTyhZKw0ECSwN3xxlbFrhYo5YOAX3Vsd5_MzXbFwLPugQN0TYikHDj2oBJUGzTHqL21gL7hxZeL5uwt02SF73lH8GkpGONVMzImIA__hr61rpDR_cd5FFqAgzZzyndHfMR7jn11zjW9iIUCayV8lf2z2aez-9kVAQm9q2K

The Reichstag, Berlin. Foto: https://www.bundestag.de/en/visittheBundestag/dome/registration-245686

The Reichstag merupakan gedung Pemerintahan yang dibuat menggunakan kaca dan cermin untuk memantulkan cahaya matahari sejauh mungkin, sehingga tidak memerlukan bantuan penerangan buatan. Selain itu, gedung ini juga bisa untuk mengumpulkan air hujan dan juga tempat mengumpulkan sumber energi. 

Air Tree, Spanyol

XcTKprzfOHFNszvlTXzYaODw4Ws7ZZco75KOGBEVa9kR3Ikv8cc5rBuVYgAfH19yX8x_UIZfNT3dk8xT8X9Vo2Hs_0jLbDZr8Hs7_i0bFrH03Q8PCHBa_c5mTalT0t0zt05kH1PfxgbqQdXfMYY-OKWahTYSA-esREiVCUFZAvCJCNdkc1qf-HF-HXc-lQ

Air Tree, Spanyol. Foto: https://energment.wordpress.com/2013/06/07/10-green-tech-city-solutions-for-beating-the-heat/

Air Tree merupakan bangunan pertama yang didirikan di Madrid dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Bahkan, bangunan ini memiliki ventilasi alami yang memiliki perlindungan ketika musim panas datang. Hebatnya, bangunan ini juga dilengkapi dengan tenaga surya yang dikumpulkan dari panel photovoltaic yang digunakan untuk menyirami tanaman. 

The Sun Moon Mansion, China

9v0EzOsYNm8Fj44SHm4Vp9PociMnApMb48rnsGIo6T10aP7DQvxzScPEGtLbDAHN1fWL6agBMrdoF6eIeS8NWlDpgyVWlSCuHB-_jsyafgKZFDjZT5dHk6F1C9KAc0FFzcfhGksBQmWptBXlTYDXbfFnzIxW5Xg2lWHTvP1hBwA2o2GHM4Vg-nuLSp72

The Sun Moon Mansion, China. Foto: https://www.bundestag.de/en/visittheBundestag/dome/registration-245686

Mengingat bahwa China merupakan negara yang memiliki populasi manusia terbanyak di dunia, maka Pemerintahan China mempunyai rencana untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk mencegah kelangkaan yang bisa terjadi pada sumber energi yang tak terbarukan. Salah satunya adalah dengan cara membangun gedung The Sun Moon Mansion. Yang mana nantinya gedung ini menyediakan fasilitas gedung kantor, pelatihan dan konferensi. Gedung ini juga sekaligus menjadi gedung yang dapat memproduksi energi surya terbesar di dunia. 

Di Indonesia sendiri, kita juga dapat berpartisipasi untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan kertas. Jika kalian punya usaha, daripada menggunakan buku atau nota untuk mencatat transaksi penjualan, kalian bisa beralih ke sistem POS atau aplikasi kasir Kasirini yang memungkinkan kalian untuk mencatat transaksi secara digital. Tidak perlu lagi nota berbentuk kertas, kalian bisa membagikan e-nota ke pelanggan melalui aplikasi chat atau email. Dengan begitu, kita turut membantu bumi bukan?